Amburadul Kearsipan Desa di Parimo, Potensi Hilangkan Aset

waktu baca 2 menit
Kepala Bidang pembinaan dan kearsipan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Parigi Moutong, Hj Susanti

Penataan kearsipan sejumlah desa di Kabupaten Parimo yang masih terkesan amburadul, berpotensi hilangkan aset yang sudah dimiliki.

Parimo, gemasulawesi.comAmburadul kearsipan Desa diungkapkan Kepala Bidang pembinaan dan kearsipan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Parigi Moutong, Hj Susanti, yang ditemui gemasulawesi.com, diruang kerjanya.

Ia mengatakan, pihaknya menemukan penataan kearsipan sejumlah desa dikabupaten Parimo masih belum sesuai dengan Peraturan kepala (Perka) Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Kamis,14 Maret 2019.

“Beberapa desa sebenarnya sudah rapi, hanya saja belum sesuai dengan Perka ANRI, ada juga yang tidak sesuai,” ujarnya

Sebaiknya kata dia, penataan kearsipan menggunakan tata marga dinas atau klasifikasi nomor barang inventaris.

Terkait hal tersebut lanjut dia, pihak berencana melakukan pembinaan pada bulan April untuk berupa sosialisasi bagi desa yang dihadiri aparat desa dan kecamatan.

“Kearsipan tersebut diatur oleh undang-undang no 43 tahun 2009 dan Perka ANRI, karena hilangnya arsip berarti hilangnya aset,” tegasnya.

Baca: Ismail Panti Ralat Sebut Anggaran Disdukcapil 12 Miliar

Aset desa yang sudah dibangun menggunakan dana desa, perlu diinventaris agar jelas pertanggungjawaban bentuk fisiknya.

Jadi, tidak hanya laporan keuangannya saja yang perlu diaudit nantinya, tetapi bentuk fisiknya perlu diaudit.

Masalah inventaris aset yang menjadi pekerjaan rumah bagi Pemda Parimo selama ini, berakibat tidak mendapat opini WTP dari BPK.

Baca juga: Parimo WTP Jadi Target DPKAD

Laporan: Aqil Azizi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.