Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Alih Status Pegawai KPK Diharapkan Tidak Hambat Pemberantasan Korupsi

Alih Status Pegawai KPK Diharapkan Tidak Hambat Pemberantasan Korupsi
Foto: KPK line.

Gemasulawesi– Firli Bahuri menaruh harapan besar alih status pegawai KPK menjadi ASN, tidak menjadi hambatan dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.

“Peralihan status pegawai menjadi ASN jangan menjadi hambatan untuk melakukan memberantas korupsi,” ungkap Firli di Aula Gedung Juang Merah Putih dalam siaran persnya, Selasa 3 Agustus 2021.

Menurut dia, meski dengan jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) terbatas, pegawai KPK diharapkan tetap mampu memberikan daya upayanya untuk pemberantasan korupsi di Indonesia.

Baca juga: ICW Desak Firli Bahuri Mundur dari Jabatan Ketua KPK

Firli juga berharap, alih status pegawai KPK itu tidak mempengaruhi semangat dalam melaksanakan tugas pemberantasan korupsi.

“Rakyat mengharapkan anda semua mampu melaksanakan tugas pokok KPK tanpa terpengaruh kekuasaan apa pun, baik legislatif, eksekutif, maupun yudikatif,” ujar dia.

Kepada para penyelidik dan penyidik dilantik itu, dia mengingatkan keberadaan KPK dalam mewujudkan tujuan nasional bangsa Indonesia sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945.

Rakyat, kata dia, memberikan mandat kepada KPK untuk memberantas korupsi. Korupsi menurut dia, bukan sekadar kejahatan luar biasa karena telah merugikan keuangan dan perekonomian negara, melainkan juga bisa menggagalkan tujuan dan cita-cita negara.

“Pimpinan boleh saja silih berganti, tetapi yang pasti tugas pemberantasan korupsi tidak pernah berganti. Undang-undang boleh saja berubah, tetapi tugas pokok KPK jangan pernah terdegradasi,” tutur Firli.

Pengukuhan dan pengambilan sumpah kembali pegawai KPK

Pengukuhan terharap pegawai KPK ini dilakukan Ketua KPK dengan saksi yakni Sekretaris Jenderal KPK Cahya Harefa, selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) dan Karyoto sebagai Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi.

Pengukuhan dan pengambilan sumpah kembali ini merupakan konsekuensi peralihan pegawai KPK kini telah menjadi ASN.

Pengukuhan itu dilakukan terhadap 78 penyelidik dan 112 penyidik yang bertugas pada Kedeputian Bidang Penindakan dan Eksekusi setelah berstatus sebagai aparatur sipil negara (ASN).

Upacara berlangsung secara daring dan luring ini dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat.

Tercatat, 50 orang penyidik dan penyelidik mengikutinya secara langsung di lokasi dan 140 pegawai lainnya mengikuti secara daring. (***)

Baca juga: Pengukuhan P4GN Parigi Moutong Berlanjut ke Tingkat Kecamatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post