DPRD Parimo Dukung Pengadaan Alat PCR Covid 19

waktu baca 2 menit
Foto: Ketua DPRD Parigi Moutong, Sayutin Budianto Tongani.

Berita parigi moutong, gemasulawesi– DPRD Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, mendukung rencana Pemda mengadakan alat PCR covid 19.

“Faktor penyebaran kasus covid 19 yang semakin masif, sehingga diperlukan PCR,” ungkap Ketua DPRD Parimo, Sayutin Budianto, di ruang kerjanya, Rabu 3 Februari 2021.

Ia mengatakan, sekitar Rp 30 miliar yang dianggarkan untuk penanganan pandemi virus corona di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Dan pembelian alat PCR covid 19 diyakini mampu memutus mata rantai penyebarannya.

Kabupaten Parimo dan seluruh daerah lainnya wajib memiliki alat metode pemeriksaan Covid 19 dengan mendeteksi DNA virus.

Baca juga: Kabupaten Parimo Butuh Alat PCR

Sementara itu, juru bicara Satgas Covid 19, Irwan, SKM., M.Kes, Kabupaten Parimo, Sulawesi Tengah, mengatakan membutuhkan alat PCR covid 19.

“Pembelian alat itu sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran covid 19,” ungkapnya.

Ia mengatakan, alat PCR covid 19 merupakan metode pemeriksaan Corona Virus Disease 2019 atau Covid 19 dengan mendeteksi DNA Virus.  

Upaya cegah penyebaran virus corona di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, memerlukan diagnosa cepat. Sehingga, penerapan isolasi pandemi dapat berjalan sesuai standar kesehatan.

“Sejumlah dokter miliki keluhan. Setiap pemeriksaan Swab tes, hasilnya akan keluar paling cepat satu minggu. Bahkan, ada yang sampai dua atau tiga minggu. Sebab, di Parimo belum ada PCR,” tuturnya.

Hal itulah kata dia, yang melatarbelakangi rencana pengadaan alat PCR virus corona untuk kebutuhan selama pandemi virus corona.

Satgas Covid 19 bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, berkoordinasi dengan Kemenkes untuk pengadaan alat Polymare Chain Reaction.

“Saat koordinasi, Kemenkes menyebut tipe metode PCR dan modifikasinya harus sama dengan PCR yang sudah ada di wilayah terdekat Parimo,” jelasnya.

Baca juga: Sulbar Resmi Jalankan Test PCR Pasien Suspect Corona

Hal itu bertujuan untuk mengatasi kekurangan, sehingga bisa dikondisikan dengan wilayah terdekat atau Laboratorium kesehatan terdekat.

Ia mengatakan, sebelum pengadaan alat PCR covid 19, maka Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) sudah mesti tersedia.

“Terkait Labkesda, Satgas covid 19 berkoordinasi dengan manajemen RSUD Anuntaloko,” sebutnya.  

RSUD Anuntaloko, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, terkendala dengan kurangnya analisis kesehatan yaitu tenaga khusus menangani laboratorium.

Kurangnya analis kesehatan disebabkan banyak yang sudah pindah tugas ke daerah lain, khususnya ketika terangkat menjadi ASN.

Baca juga: Masuk Parimo Wajib Perlihatkan Rapid Tes

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.