Senin, Mei 17, 2021

Sigi dan Kota Palu Jadi Titik Pemasangan Alat Deteksi Likuefaksi

Alat Deteksi Likuefaksi Penemuan Dosen Universitas Tadulako Palu

Must read

Berita kota palu, gemasulawesi– BPBD Sulawesi Tengah rencana memasang alat deteksi likuefaksi di dua daerah yaitu Kabupaten Sigi dan Kota Palu.

“Pemasangan alat itu karena dua daerah itu merupakan lokasi terjadinya likuefaksi sebagai dampak lanjutan dari gempa 28 September 2018 di Sulteng,” ungkap Plt Kasubid Kesiapsiagaan BPBD Sulawesi Tengah, Ashrafuddin di Kota Palu, Rabu 17 Februari 2021.

Ia mengatakan, BPBD Sulawesi Tengah akan memasang alat deteksi likuefaksi penemuan dosen Universitas Tadulako Palu.

Nantinya, alat deteksi likuefaksi akan terpasang di delapan titik Kabupaten Sigi dan Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada akhir tahun 2021.

“Sebelum pemasangan alat itu, kami akan berkorrdinasi terlebih dulu kepada Badan Informasi Geospasial,” tuturnya.

Baca juga: SK Belum Keluar, Nasib Puluhan Ribu PPPK Tidak Jelas

Badan Informasi Geospasial kata dia, mengetahui peta titik rawan dan bukan rawan likuefaksi. Makanya, mesti koordinasi dahulu.

Ia menjelaskan, alat pendeteksi itu yang pertama kali ditemukan sejumlah dosen Universitas Tadulako itu, dinamakan sebagai Alat Monitoring Potensi Likuefaksi.

“Alat pendeteksi itu merupakan yang pertama ada di Sulteng,” sebutnya.

Ia mengatakan, dosen-dosen di Universitas Tadulako Palu bisa membuat alat itu. Sehingga, ada kerjasama pembuatan pertama kali di Sulawesi Tengah.

Alat deteksi likuefaksi itu sudah jadi dan dipresentasikan dosen-dosen Universitas Tadulako Palu. Namun, masih dalam tahap pengujian kembali, agar alat itu bisa bekerja secara maksimal.

“Alat itu akan mengeluarkan bunyi sirene apabila terjadi pergeseran tanah. Seperti itulah sistem kerjanya,” terangnya.

Ia melanjutkan, alatnya itu akan ditanam di dalam tanah. Dan ada semacam box kontrol di luar.

Jadi, ketika suhu tanah berubah di dalam tanah dan ada getaran dengan skala tertentu, akan mengeluarkan bunyi seperti sirene.

Setelah alat pendeteksi itu terpasang, BPBD Sulawesi Tengah akan segera mensosialisasikan kepada masyarakat Sigi dan Kota Palu.

Menurutnya, harga alat deteksi likuefaksi itu terbilang murah dibanding dengan alat yang dipesan dari luar negeri.

“Jelasnya, harga alat itu sangat jauh lebih murah, dari pada memesan dengan harga mencapai ratusan juta rupiah,” tutupnya.

Baca juga: Bawaslu Sulteng dan Dosen Untad Palu Saling Lapor

Laporan: Rafiq

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest article