Akui Terima Uang, Hakim Perintahkan Nico Rantung Cs Kembalikan

356
Akui Terima Uang, Hakim PN Parigi Moutong Perintahkan Nico Rantung Cs Kembalikan
Sidang pembacaan putusan perkara Hantje vs Nico Rantung cs (Foto: Rafii)

Parimo, gemasulawesi.com Mengakui telah menerima uang dari kontraktor Hantje Yohanis, hakim PN Parigi Kabupaten Parigi moutong (Parimo) perintah Nico Rantung Cs mengembalikannya.

Dalam perkara nomor 26/Pdt.G.S/2019/PN Prg, Hakim PN Parigi pada sidang pembacaan putusan, memutuskan untuk menerima sebagian gugatan Hantje Yohanis selaku penggugat.

“Hakim PN Parigi Kabupaten Parigi Moutong perintah tergugat Nico Rantung dan Arifin Ahmad untuk mengembalikan uang senilai 230 Juta Rupiah,” sebut keputusan PN Parigi, Rabu, 23 Oktober 2019.

Hakim mengeluarkan putusan setelah melihat beberapa pertimbangan diantaranya pembuktian peminjaman sejumlah dana untuk kepentingan pengurusan bencana tahun 2017 menjadi fakta dalam persidangan.

Baca juga: Nico Rantung Akui Terima Cek Bernilai Ratusan Juta Rupiah

Pada persidangan sebelumnya, dihadapan hakim Nico Rantung mengakui menerima dana senilai Rp 200 Juta dalam bentuk cek dari penggugat Hantje Yohanis melalui Fransiska salah satu karyawan yang menangani keuangan perusahaan miliki istri Hantje penggugat.

Selain dalam bentuk cek 200 juta Rupiah, bukti penerimaan uang senilai Rp 10 juta kepada Nico Rantung juga menjadi pertimbangan hakim. Penyerahan uang itu melalui orang suruhan Nico bernama Rio.

“Bukti transfer uang senilai Rp 20 Juta kepada Arifin Ahmad tergugat ketiga juga masuk dalam pertimbangan putusan hakim,” amar pertimbangan putusan Hakim PN Parigi.

Totalnya, senilai 230 Juta Rupiah terbukti sebagai penerimaan dana untuk tujuan pengurusan program bencana tahun 2017, menjadi fakta hukum.

Dalam putusan, para tergugat kedua dan ketiga membantah permintaan uang kepada penggugat Hantje Yohanis atas permintaan tergugat satu Bupati Parimo Samsurizal Tombolotutu.

Bahkan, Nico Rantung dan Arifin Ahmad berdalih permintaan uang ratusan juta Rupiah sifatnya sebagai permintaan pribadi.

Baca juga: Juknis Penggunaan BOS Afirmasi dan Kinerja Akan Direvisi

Sebelumnya, pada sidang PN Parigi tanggal 9 Oktober 2019, pengadilan menghadirkan saksi dari penggugat bernama Fransiska. Dalam persidangan Fransiska mengakui pernah menyerahkan uang kepada tergugat.

“Pak Nico sendiri yang datang mengambil cek itu, kemudian dicairkan di bank BRI. Waktu itu sekitar bulan Juli tahun 2017,” katanya di ruang sidang PN Parigi.

Selain cek bernilai 200 Juta Rupiah kata dia, Hantje kembali meminta agar dirinya kembali memberikan uang tunai sebesar 10 Juta Rupiah untuk diberikan kepada Nico Rantung selang beberapa waktu kemudian.

Baca juga: KLHS Revisi RTRW Parigi Moutong Sasar Pembangunan Berintegrasi

“Waktu itu pak Hantje telepon saya, pinjam uang perusahaan 10 Juta Rupiah untuk diberikan kepada pak Nico. Tapi, kata pak Hantje nanti orang suruhan Nico yang mengambil uangnya, kalau tidak salah nama orang itu Rio. Bukti transaksinya, sudah diajukan ke hakim,” jelasnya.

Selain Niko Rantung, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (DPUPRP) Kabupaten Parigi moutong (Parimo), Arifin Ahmad, juga disebut terima uang senilai 20 Juta Rupiah via transfer.

Fransiska menambahkan, seluruh uang yang diberikan kepada Nico Rantung dan Arifin Ahmad diketahuinya sebagai dana untuk keperluan bencana pada tahun 2017.

Hakim PN Parigi mempersilahkan para pihak untuk menempuh jalur hukum yang ada apabila merasa berkeberatan dengan putusan perkara nomor 26/Pdt.G.S/2019/PN Prg.

Baca juga: Nico Rantung Disebut Memfasilitasi Pertemuan Hantje Dan Bupati Parigi Moutong

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.