Aksi Salah Tangkap, Wajah Warga Babak Belur

Aksi Salah Tangkap, Wajah Warga Babak Belur
Illustrasi pemukulan warga
Jangan Lupa Share

Parimo, gemasulawesi.com– Aksi salah tangkap terhadap seorang warga yang diduga teroris, mengakibatkan wajahnya babak belur, diduga akibat pemukulan yang dilakukan tim aparat.

Aksi salah tangkap disertai tindakan anarkis petugas tersebut, diketahui terjadi di Desa Lemusa, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parimo.

Ditemui gemasulawesi.com, Kepala Desa Lemusa, Rais Mansur, membenarkan telah terjadi penagkapan terhadap salah seorang warga yang diduga teroris di Desa tersebut pada 23 Juni 2019.

“Ia, memang ada penagkapan disini yang dilakukan anggota tim operasi Tinombala, awalnya diduga warga tersebut adalah teroris,” ujarnya, Rabu, 26 Juni 2019.

Dia mengatakan, dirinya langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) saat dimintai aparat, untuk memastikan status kependudukan warga tersebut.

Setelah melakukan kroscek kata Rais Mansur, warga tersebut bukan berasal dari desa Lemusa.

“Setelah kami cek langsung ke lokasi penangkapan di pegunungan Desa Lemusa, barulah dikenali korban berasal dari Desa Buranga,” jelasnya.

Ia melanjutkan, pihaknya secara pribadi mengenalinya sebagai penderita sakit jiwa bernama Bahrini.

Kemudian, Bahrini langsung dibawa ke kantor desa Lemusa untuk dimandikan dan diberi obat luka.

“Mungkin aparat keamanan salah menduga yang bersangkutan sebagai teroris yang sudah lama diincar,” terangnya.

Sebelumnya, gemasulawesi.com mendapat informasi aksi salah tangkap aparat tersebut dari media sosial Facebook.

Sempat menjadi perbincangan hangat, setelah pemilik nama akun Facebook Echiyona,  memposting foto Bahrini yang diakuinya sebagai pamannya.

Postingan foto pamannya yang terbaring lemas dengan kondisi wajar memar, pada hari Rabu, 26 Juni 2019.

“Diduga teroris, om saya yang sakit jiwa dihajar petugas sampai babak belur dan tidak diberi pengobatan dari pihak petugas karena om saya ini dari pihak keluarga yang tidak mampu untuk berobat,” tulisnya.

Dalam postingan tersebut, dia juga menyebutkan lokasi dan waktu kejadian.

“Tempat Kejadian Perkara (TKP), di Desa Lemusa, Parimo, 24 Juli 2019, kondisinya belum bisa makan,” tutupnya.

 Laporan: Daniel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post