fbpx

Aksi Demo Pendukung Ustadz Abdul Somad Jadi Sorotan Media Asing

waktu baca 3 menit

Nasional, gemasulawesi – Aksi demo mengecam Singapura yang dilakukan oleh pendukung Ustadz Abdul Somad (UAS) di sejumlah daerah di DKI Jakarta dan juga Medan Sumatera Utara, jadi sorotan media asing.

Terkait aksi demo pendukung Ustadz Abdul Somad (UAS) itu dilakukan usai pemerintah Singapura melakukan penolakan terhadap Ustadz Abdul Somad (UAS) ldkarenakan pendakwah asal Indonesia tersebut dianggap sebagai tokoh ekstremis dan melakukan segresi yang coba memecah belah masyarakat.

Beberapa dari pengunjuk rasa aksi demo tersebut memegang plakat yang bertuliskan ” Segera Usir Duta Besar Singapura”, “Segera Boikot Produk-Produk Singapura”, “Sarang Kriminal Negara Singapura”, “Singapura adalah tanah Melayu, bukan milik China” dan “Singapura itu jahat dan menjijikkan”.

Dalam video berdurasi 45 detik yang diunggah ke Twitter, terlihat seorang pengunjuk rasa berbicara melalui pengeras suara dan menunjukkan popularitas Ustadz Abdul Somad (UAS) di luar Indonesia.

Baca: Delapan Warga Kota Makassar Jadi Korban Penipuan Berkedok Arisan

“Dia bahkan disambut di Brunei Darussalam . Dia juga diterima di Malaysia. Ustadz Abdul Somad (UAS) disambut oleh banyak negara-negara di Asia Tenggara. Tetapi negara bernama Singapura mengusirnya dan menolaknya tanpa alasan yang jelas. Tuhan itu Maha Besar,” teriaknya kepada massa di aksi demo dukung Ustadz Abdul Somad (UAS) tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Singapura (MFA) kemudian juga telah mengkonfirmasi bahwa aparat penegak hukum telah dikerahkan untuk jaga keselamatan pekerja Kedutaan Besar Singapura.

Sekitar 900 personel kepolisian yang dikerahkan untuk mengamankan aksi protes tersebut.

“Pemerintah Singapura akan melakukan pemantauan dengan cermat situasi misi luar negeri kami yang ada di Indonesia,” dikutip dipernyataan salah satu staf MFA

Mereka telah sepakat untuk protes itu dilakukan sebagai tanggapan atas penolakan pendukung Ustadz Abdul Somad (UAS) terhadap kebijakan Kementerian Dalam Negeri Singapura. Tetapi mereka juga menekankan bahwa Singapura memiliki aturannya sendiri dan menganggap serius siapa pun yang menganjurkan kekerasan atau mendukung ajaran dan segregasi ekstremis.

Baca Juga: Polisi Bubarkan Aksi Balapan Liar di Makassar

Media Asing Channel News Asia (CNA) juga menyoroti protes yang dipimpin oleh sekitar 50 pria dan wanita di DKI Jakarta pada 20 Mei. Dengan spanduk, mereka berdemonstrasi di luar kedutaan Singapura di tengah hujan lebat.

“Stop Islamofobia. Singapura segera meminta maaf dalam waktu 24 jam kepada masyarakat Indonesia. Jangan ganggu ulama-ulama kami,” Tulis disalah satu spanduk aksi demo mereka.

Media asing Channel News Asia (CNA) juga menyoroti perkataan UAS yang menyatakan bahwa dirinya tidak takut untuk pergi ke Singapura karena negara tersebut adalah negara Melayu, yang menurutnya mirip dengan negara asalnya Riau dan merupakan bagian dari Kerajaan Melayu Tumasik.

Kerajaan Melayu yang dimaksud adalah Kesultanan Johor dan Kesultanan Johor Riau. Secara khusus Kesultanan Johor menguasai Tumasik atau Singapura antara tahun 1511 dan 1699 dan Kesultanan Johor Riau antara tahun 1699 dan 1818 sebelum akhirnya dikuasai oleh perusahaan dagang Inggris di bawah kekuasaan Thomas Stamford Raffles sejak 19 Januari 1819 M.

“Kalau saya bilang saya dilarang berkunjung ke Singapura, sama saja saya bilang saya dilarang berkunjung ke Minangkabau, karena Singapura itu tanah Melayu,” ucap Ustadz Abdul Somad (UAS).

Seorang perwakilan kelompok itu mengatakan, kalau keputusan Singapura tersebut telah melukai perasaan umat Islam dan mempengaruhi kedaulatan Indonesia. (*)

Baca: Pelaku Penembakan Kompleks Polri Ragunan Berpangkat Kompol

Kunjungi Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.