Akibat Pandemi Corona, APBD Parigi Moutong Bisa Jebol

  • Whatsapp
Akibat Pandemi Corona, APBD Parigi Moutong Sulawesi Tengah Sulteng Bisa Jebol
Ilustrasi Covid19

Kupas Tuntas, gemasulawesi Akibat pandemi virus corona, membuat APBD Parigi Moutong (Parimo) Sulawesi Tengah (Sulteng) potensi jebol.

“Apa saja yang bisa digunakan dari anggaran yang sudah terpangkas itu. Dan kalau sudah terealisasi beberapa anggaran, apalagi yang bisa digunakan,” ungkap Ketua DPRD Parigi Moutong Sulawesi Tengah, Sayutin Budianto, di ruang kerjanya, Rabu 13 Mei 2020.

Bacaan Lainnya

Sementara, Januari hingga Maret 2020 realisasi penggunaan APBD Parigi Moutong sudah sekitar 40 persen.

Karena APBD potensi jebol, maka pihaknya bersama Pemda Parigi Moutong Sulawesi Tengah akan segera membahas anggaran perubahan.

Rencananya, pada awal bulan Juni 2020 akan dilaksanakan pembahasan. Apalagi melihat kondisi saat ini, virus corona semakin mewabah.

Ia menjelaskan, penerapan rasionalisasi anggaran sudah berjalan, sehingga sudah saatnya masuk dalam pembahasan perubahan anggaran.

Alasannya, agar segera ada kejelasan berapa anggaran yang dapat dipergunakan dalam kegiatan APBD perubahan, akibat dari pemotongan dan rasionalisasi anggaran.

Ditambah lagi, rasionalisasi anggaran harus segera dilaporkan ke pemerintah pusat. Kalau hal itu tidak dilakukan akan ada sanksi. DPRD sudah tidak ada lagi reses yang dilaksanakan. Perjalanan dinas seluruhnya dipangkas, bahkan hingga 50 persen.

Terkait rasionalisasi anggaran, pihaknya menunggu surat resmi apakah masih ada Dana Bagi Hasil (DBH) migas untuk terkucur ke Parigi Moutong. Sementara, pemotongan DBH sudah sekitar 30 persen, DAU 35-50 persen, DAK 100 persen. Berpotensi sekitar 200 Miliar Rupiah anggaran Parigi Moutong terpangkas.

Dari anggaran 1,4 Triliun Rupiah itu kata dia, cuma terdiri dari dana rutin. Belanja sekitar 300 Miliar Rupiah. Dan sisanya 100 Miliar Rupiah yang dapat digunakan.

Kemudian, kondisi rasionalisasi anggaran, kemungkinan Tunjangan Pegawai (TP) akan berpengaruh. Itu terjadi kalau kondisi APBD sudah tidak normal. Namun, rasionalisasi TP bisa menjadi opsi terakhir dan bahkan tidak akan dilakukan.

Makanya, Pansus pengawasan penggunaan anggaran penanganan virus corona terbentuk untuk mengawasi dengan seksama realisasinya.

banner 728x90

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.