Adib Khumaidi Menghimbau Agar Masyarakat Waspadai Hepatitis Akut

waktu baca 3 menit
Ket Foto: Adib Khumaidi

Nasional, gemasulawesi – Adib Khumaidi selaku Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, menghimbau agar seluruh masyarakat serta tenaga kesehatan untuk mewaspadai gejala hepatitis akut, Diutamakan pada masa-masa mudik lebaran saat ini.

Organisasi Kesehatan Dunia dan Kementerian Kesehatan melalui Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit telah mengeluarkan surat HK.02.02/C/2515/2022 tentang kewaspadaan terhadap deteksi kasus hepatitis akut yang tidak diketahui etiologinya pada tanggal 27 April, 2022.

Baca: Hadianto Rasyid, Mendorong Umat Islam Untuk Mempererat Silaturahmi

“Kami mengundang seluruh organisasi profesi hingga tenaga medis di bawah IDI, seluruh dokter dan tenaga kesehatan yang bekerja di berbagai jenis institusi pelayanan kesehatan tingkat 1 yaitu puskesmas, posyandu, klinik studi mandiri, serta dokter praktis perorangan untuk wajib mengetahui adanya gejala hepatitis akut pada anak dan orang dewasa,” jelas Adib Khumaidi.

Dia juga mengatakan, bahwa Hepatitis akut yang penyebabnya masih belum diketahui, muncul dengan gejala berupa perubahan warna urin (gelap) dan/atau tinja (pucat), kuning, gatal, nyeri  atau nyeri sendi. Kemudian demam tinggi, mual, muntah atau sakit perut, lesu dan/atau kehilangan nafsu makan, diare dan kejang dan ditandai dengan kadar serum aspartat transaminase (AST)/SGOT atau alanine transaminase (ALT)/SGPT yang lebih tinggi pada 500 U/L.

Baca: 4 Fakta Unik Tertawa Bagi Kesehatan

Adib Khumaidi menambahkan bahwa sejak secara resmi dirilis sebagai epidemi oleh WHO, jumlah  kasus yang dilaporkan terus meningkat. Lebih dari 170 kasus telah dilaporkan di 12 negara.

“Saat ini hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya ini telah resmi diterbitkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) oleh World Health Organization (WHO),” jelas Adib Khumaidi. 

Sementara itu, Kementerian Kesehatan meningkatkan kewaspadaannya selama dua minggu terakhir setelah WHO menyatakan wabah kasus hepatitis akut yang menyerang anak-anak di Eropa, Amerika dan Asia sejak 15 April 2022. Penyebab kasus ini tidak diketahui.

Kewaspadaan meningkat pasca meninggalnya tiga pasien anak yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Cipto Mangunkusumo Jakarta karena diduga hepatitis akut.

Peristiwa ini terjadi dalam kurun waktu yang berbeda yakni dua minggu terakhir hingga 30 April 2022. Ketiga pasien tersebut merupakan rujukan dari rumah sakit di Jakarta Timur dan Jakarta Barat.

Gejala yang dijumpai pada pasien tersebut adalah mual, muntah, diare berat, demam, sakit kuning, kejang dan penurunan kesadaran.Saat ini, Kementerian Kesehatan sedang berupaya menyelidiki penyebab kejadian hepatitis akut ini melalui tinjauan komisi penuh terhadap virus tersebut.

Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta sedang melakukan penyelidikan epidemiologi baru.

“Selama masa penyidikan, kami menghimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dan tenang. Lakukan tindakan pencegahan seperti mencuci tangan, memastikan makanan matang dan bersih, tidak mengganti alat makan, menghindari kontak dengan orang sakit dan tetap menerapkan protokol kesehatan,” kata juru bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi. (*)

Baca: Ribuan Jamaah Melakukan Shalat Idul Fitri di Masjid Istiqlal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.