2Banner GIF 2021

ADB Dukung Perekonomian Berbasis Energi Hijau Indonesia

ADB Dukung Perekonomian Berbasis Energi Hijau Indonesia
Foto: Illustrasi energi terbarukan.

Berita nasional, gemasulawesi– Asian Development Bank atau ADB dukung pengembangan perekonomian berbasis energi hijau Indonesia.

“ADB akan mendukung transisi Indonesia menuju ekonomi rendah karbon dengan pendanaan untuk pembangkit energi bersih,” ujar Presiden ADB Masatsugu Asakawa dalam acara International Climate Change Conference, Kamis 22 Juli 2021.

Komitmen ADB dukung Indonesia, dengan alokasikan dana US$80 miliar untuk pendanaan iklim secara kumulatif pada 2019-2030 bagi semua negara.

Baca juga: Klaim Diskon Listrik Tidak Lagi Lewat stimulus.pln.co.id

ADB dukung Indonesia bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dalam beberapa program. Diantaranya, dukungan pada pembangkit listrik Energi Baru Terbarukan (EBT) sejalan dengan penghentian pembangkit listrik batu bara.

Sebaliknya, ADB mendukung PT PLN (Persero) untuk menerbitkan obligasi berkelanjutan.

Dan ADB dukung perekonomian berbasis energi hijau juga akan mendukung rencana pemerintah mengenakan pajak karbon yang tengah dibahas dalam RUU tentang Ketentuan Umum Dan Tata Cara Perpajakan (KUP).

“Kami juga telah menyediakan pembiayaan untuk proyek panas bumi dan surya,” imbuhnya.

Keterbatasan fiskal negara berkembang akibat pandemi covid-19 menjadi tantangan dalam pengembangan ekonomi berbasis hijau. Oleh karena itu, ADB bekerja sama dengan swasta untuk mengembangkan pendanaan iklim tersebut.

“ADB tetap berkomitmen untuk mendukung negara-negara berkembang anggota kami, serta upaya mereka untuk mencapai transisi yang adil dan terjangkau,” ungkapnya.

Baca juga: Cek Penerima BST Plus Beras 10Kg di Link cekbansos.kemensos.go.id

APBN untuk perubahan iklim

Dalam kesempatan itu, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menuturkan, Indonesia mengalokasikan dana sebesar 4,1 persen dari APBN untuk perubahan iklim dalam lima tahun terakhir.

Namun, angka itu baru mencukupi sepertiga anggaran perubahan iklim yang dibutuhkan Indonesia, untuk mencapai target penurunan emisi gas rumah kaca pada 2030 mendatang.

“Jadi penting untuk tidak hanya meningkatkan pendanaan, tetapi juga melibatkan kemitraan dengan sektor swasta dan sektor lain untuk menghasilkan sumber daya yang kuat,” katanya.

Indonesia berkomitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen dengan pendanaan sendiri. Sedangkan, dengan bantuan pendanaan lembaga internasional targetnya naik menjadi 41 persen. (***)

Baca juga: Faktor Iklim, 2026 PLN Ganti PLTU Batubara Jadi EBT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post