Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Ada Cadangan Gas Hidrokarbon di Sulawesi Tengah

Ada Cadangan Gas Hidrokarbon di Sulawesi Tengah
Foto: Illustrasi pengeboran sumur cadangan hidrokarbon.

Gemasulawesi- Kepala Divisi Pemboran SKK Migas, Pertamina EP Surya Widyantoro melaporkan penemuan cadangan gas hidrokarbon ketika melakukan pengeboran sumur eksplorasi West Penyu (WPY)-001 di Desa Samalore, Kecamatan Toili, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

“Untuk mendapatkan data yang lebih pasti, kami mengusulkan agar data dievaluasi berdasarkan data Seismik 3D Pesut Mas diakuisisi pada tahun 2019,” ungkap Surya Widyantoro dalam siaran pers, Sabtu 14 Agustus 2021.

Kemudian kata dia, juga diusulkan untuk mengkonfirmasi keberadaan cadangan gas hidrokarbon pada batugamping Formasi Minahaki berumur Miosen Tengah.

Baca juga: DPRD Parigi Moutong Dukung Opsi Penggunaan Tenaga Surya Untuk Penerangan Jalan

Dia menyebutkan, kronologi pengeboran dimulai pada tanggal 14 Mei 2021. Saat itu, Sumur WPY-001 mulai dibor dengan trayek bor miring (directional).

Pengeboran dilakukan dari lokasi Sumur Penyu-001 ke arah barat laut menuju titik target dengan rencana kedalaman akhir pada 2.390 meter di bawah permukaan tanah (Measure Depth).

Proses pengeboran terlaksana selama 62 hari. Pada tanggal 10 Juli 2021 sumur WPY-001 mencapai titik kedalaman akhir 2.420 meter.

“Setelah dilakukan evaluasi petrofisika oleh Pertamina EP, lebih lanjut diusulkan 2 interval Uji Kandung Lapisan (UKL),” ucapnya.

Adapun saat ini, Sumur WPY-001 sedang mempersiapkan proses penutupan sumur dan diperkirakan rig pemboran akan meninggalkan lokasi pada tanggal 17 Agustus 2021.

“Selanjutnya, akan dilakukan evaluasi perhitungan sumberdaya berdasarkan hasil pemboran yang dilakukan,” kata dia.

Tercatat sejak Januari-Agustus 2021, sudah ada 15 sumur eksplorasi dilakukan pengeboran, dengan status sembilan sumur sampai kedalaman akhir dan enam sumur masih dalam pengeboran.

Baca juga: Wabup Badrun: Harga Gas LPG Naik, Segera Lapor

Enam sumur mengandung cadangan minyak

Dari sembilan sumur yang mencapai kedalamam akhir, terdapat enam sumur mengandung temuan, yakni Sumur Hidayah-1 di WK North Madura II dikelola Petronas. Sumur ini menemukan cadangan minyak.

Kemudian ada sumur Fanny di WK Offshore South East Sumatra dikelola PHE OSES menemukan cadangan gas. Sumur MSDE-01 di WK Malacca Strait MP Malacca menemukan cadangan gas. Dan sumur Maha-2 di WK West Ganal dikelola Eni West Ganal menemukan cadangan gas.

Lalu ada sumur Pakuaji-2 di South Jambi B dikelola Jindi (South Jambi) yang menemukan cadangan gas. Dan terakhir adalah sumur West Penyu (WPY)-001 dengan cadangan gas.

“Dengan adanya temuan itu, success ratio pemboran eksplorasi Indonesia tahun 2021 mencapai 75 persen. Pada tahun 2021, kami berencana mengebor 40 sumur eksplorasi, semoga ditemukan cadangan baru pada kegiatan pemboran lain,” pungkasnya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post