Polsek Batui Bubarkan Acara Pernikahan Langgar Pembatasan Sosial

Polsek Batui Bubarkan Acara Pernikahan Langgar Pembatasan Sosial
Foto: Pembubaran Acara Pernikahan di Batui, Banggai, Kamis 11 Februari 2021
Jangan Lupa Share

Berita banggai, gemasulawesi– Polsek Batui, Banggai, Sulawesi Tengah, bubarkan acara pernikahan yang melanggar pembatasan sosial.

“Penghentian itu dilakukan berdasarkan surat edaran Bupati Banggai nomor 443.1/0095/Dinkes, 25 Januari 2021 tentang larangan dan pembatasan segala bentuk kerumunan pencegahan covid 19,” ungkap Kapolsek Batui, Iptu IK Yoga Widata, di Banggai, Kamis 11 Februari 2021.

Ia mengatakan, dari informasi warga pihaknya mengetahui acara pernikahan dilaksanakan di Kecamatan Batui, Banggai, Sulawesi Tengah, Kamis 11 Februari 2021 sekitar pukul 21.10 Wita.

Dari informasi itu, personil Polsek Batui langsung menuju ke lokasi untuk segera menertibkan acara pernikahan.

Baca juga: Satgas Covid Bubarkan Pesta Perkawinan di Luwuk

“Begitu tiba di lokasi, kami langsung berkoordinasi dengan penanggung jawab resepsi pernikahan. Dan menjelaskan kegiatan ini tidak mendapatkan izin keramaian,” tuturnya.

Ia menjelaskan, selama pandemi covid 19 Polisi tidak mengeluarkan ataupun menerbitkan surat izin keramaian.

Kemudian, melalui pengeras suara ia menyampaikan kepada seluruh tamu undangan dan tuan pesta, kegiatan resepsi pernikahan atau kegiatan lainnya yang sifatnya dapat mengumpulkan orang banyak dilarang selama dalam situasi covid 19.

“Setelah mendengarkan penjelasan itu dari para tamu undangan dan tuan rumah pesta langsung membubarkan diri,” terangnya.

Beberapa hari sebelumnya, Polsek Batui bersama kepala desa telah menyampaikan kepada tuan acara pernikahan. Agar tidak melaksanakan pesta pernikahan ataupun kegiatan yang mengumpulkan orang banyak, namun tetap diabaikan.

Diketahui, Gubernur meminta penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM kepada 11 daerah zona merah Sulawesi Tengah.

“Penerapan PPKM dilakukan berdasarkan perkembangan kasus konfirmasi positif covid 19. Dan tujuan untuk antisipasi lonjakan kasus,” bunyi surat Gubernur Sulteng nomor 443/45/Dis.Kes, tentang pencegahan dan pengendalian penyebaran covid 19.

11 Kabupaten masuk zona merah Sulteng adalah Kota Palu, Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, Donggala, Poso, Morowali Utara, Morowali, Tojo Una-una, Banggai, Tolitoli dan Buol.

Penerapan PPKM di zona merah Sulawesi Tengah sesuai dengan instruksi Mendagri nomor 2 tahun 2021. Tentang perpanjangan PPKM untuk pengendalian penyebaran covid 19.

Gubernur Sulawesi Tengah juga meminta menegakkan disiplin prokes dalam upaya pencegahan dan pengendalian covid 19.

Juga diminta memperketat pemantauan dan pengawasan kepada kepatuhan protokol kesehatan di tempat keramaian. Seperti restoran, cafe, tempat wisata, mall, pasar serta tempat penyelenggara hajatan. Dan bila perlu dilakukan razia gabungan di tempat itu.

Ia menambahkan, tuan rumah acara pernikahan akan diundang ke Mapolsek Batui, Banggai, Sulawesi Tengah guna dimintai keterangannya lebih lanjut.

Baca juga: Tingkat Pernikahan Usia Dini di Sulteng Tinggi

Laporan: Rahmat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post