Abrasi Minahasa Selatan, Pemda Tetapkan Tanggap Darurat 14 Hari

waktu baca 2 menit
(Foto Istimewa)

Berita Sulawesi Utara, gemasulawesi – Abrasi pantai amurang, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, Pemerintah Daerah (Pemda) Minahasa Selatan tetapkan status tanggap darurat dimulai hari Rabu 15 Juni 2022 selama 14 hari hingga hari Selasa 28 Juni 2022.

Hal Itu diungkapkan Plt Kepala Pusat Data, Indformasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari.

“Status tanggap darurat ini dimaksudkan agar mempercepat proses penanganan darurat serta menjamin hak-hak sipil masyarakat saat terjadi bencana,” ucap Abdul Muhari dalam keterangan tertulis, Jumat 17 Juni 2022.

Ia menambahkan, fenomena abrasi pantai yang melanda Kabupaten Minahasa Selatan memaksa sejumlah warga mengungsi. Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB memaparkan data per Kamis 16 Juni 2022 pukul 02.23 WIB, sebanyak 69 KK atau 266 jiwa mengungsi.

Baca: Angin Puting Beliung Hantam Rumah Warga Maros, Sulawesi Selatan

BPBD Kabupaten Minahasa Selatan bersama pemerintah setempat mengaktifkan dua Posko Tanggap Darurat untuk memperlancar penanganan pengungsi.

“Ya, ada dua posko yang diaktifkan untuk menangani pengungsi,” ucap Merry Joudy, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Minahasa.

Sementara itu, Kepala BNPB Letjen Suharyanto berangkat ke Manado pada Jumat pagi 17 Juni 2022. Kunjungan tersebut merupakan respon cepat tanggap darurat dampak abrasi pantai yang melanda Kabupaten Minahasa Selatan di Provinsi Sulawesi Utara, Rabu 15 Juni 2022.

Suharyanto dan rombongan BNPB diperkirakan tiba di Bandara Samratulangi Manado pada pukul 10.30 WITA. Rombongan pendamping antara lain Deputi Bidang Penanganan Darurat, Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat, Kepala Koordinasi Pengendalian Operasi, Pj Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Bencana, Tenaga Ahli dan Staf Khusus.

Sesampainya di Kota Manado, Suharyanto melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Minahasa Selatan. Kepala BNPB telah menjadwalkan pertemuan untuk mengkoordinasikan penanganan darurat abrasi pantai dengan pejabat pemerintah setempat, setelah pertemuan selesai, Kepala BNPB dan rombongan berencana meninjau lokasi yang terkena abrasi pantai.

Dia ingin mendapatkan informasi di tempat, tentang kerusakan infrastruktur dan kebutuhan untuk menanganinya selama tanggap darurat. Pada tinjauan lapangan, Kepala BNPB akan memberikan dukungan Dana Siap Pakain (DSP), dukungan logistik dan peralatan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Kabupaten Minahasa Selatan. (*Ikh)

Baca: Puluhan Pelaku Kriminal Ditangkap, Ini Kasus Dominan di Parigi Moutong

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.