700 Hektar Sawah di Parigi Moutong Terendam Banjir

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Sawah di Tana Lanto Kecamatan Torue Terendam lumpur akibat banjir. (Foto/Istimewa)

Berita Parigi moutong, gemasulawesi – 700 hektar sawah di Kabupaten Parigi moutong terendam banjir, 180 hektar dalam keadaan rusak parah. Ratusan hektar sawah di wilayah Kecamatan Torue dan Balinggi terancam gagal tanam dan panen akibat terendam banjir bandang Kamis, 28 Juli 2022.

Hal tersebut diungkapkan, Ketua DPRD Parigi moutong Sayutin Budianto, kepada gemasulawesi.com Jum’at siang 29 Juli 2022 di Torue.

“Dinas pertanian harus segera melakukan asesment atau pendataan terkait infrastruktur pertanian maupun kerusakan sawah milik petani akibat dampak dari Banjir bandang, data yang saya sebutkan tadi adalah taksiran berdasarkan laporan kelompok tani,” tuturnya.

Ia mengatakan, kondisi itu harus segera mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah khususnya Dinas terkait. Nasib petani sebagai ujung tombak sentra pertanian di Kabupaten Parigi moutong harus mendapatkan perhatian.

“Kalau tidak segera dipetakan persoalan ini, semakin membuat petani kita menderita, dan akan berimbas pada stok beras kita kedepannya,” ungkapnya khawatir.

Selain itu asesment terkait dampak banjir bandang terhadap pemukiman warga juga harus segera dilakukan, faktanya lebih banyak beredar data dari pihak PMI Kabupaten Parigi moutong. Padahal kata dia, itu sangat penting agar bisa lebih cepat memetakan kerugian materil dan mempercepat proses membantu korban banjir bandang.

Baca: Banjir Bandang Parigi Moutong, Tiga Meninggal dan Empat Hilang

Sementara itu Ketua kelompok tani padi sawah Handayani, I Ketut Sumarjaya, yang ditemui di lokasi sawah miliknya Sabtu, 30 juli 2022, mengatakan, jika ditotal kerugian petani sawah yang berada disekitar tempatnya ditaksir mencapai ratusan juta rupiah akibat banjir bandang.

“Tidak jauh dari lokasi persawahan kami, ada irigasi sekaligus pembuangan air sehingga setiap saat berpotensi banjir pak,” tuturnya.

Baca: Banjir Bandang Rusak 103 Hektar Tambak di Parigi Moutong

Ia menjelaskan, setiap tahun terjadi banjir di wilayah mereka jika memasuki musim penghujan, kondisi itu membuat para petani kerap gelisah.

Ia berharap, pemerintah daerah bisa memikirkan solusi yang tepat untuk mengatasi persoalan banjir tahunan yang selalu terjadi pada musim penghujan.

“Untuk membuka lahan sawah kita dibutuhkan modal jutaan rupiah, rencananya saya menanam minggu ini. Karena sudah terendam banjir terpaksa kita harus garap baru lagi,” pungkasnya. (fan)

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Baca: 17 Hektar Sawah di Kecamatan Balinggi Parigi Moutong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.