63 Rumah Rusak Dampak dari Banjir Bandang Desa Torue

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Rumah Warga Rusak Akibat banjir Bandang Desa Torue

Berita Parigi Moutong, gemasulawesi – 63 rumah warg berdasarkan catatan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, rusak dampak dari banjir bandang Desa Torue.

Hal itu diungkapkan Moh Rivai Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong saat ditemui di Torue, Kamis 05 Agustus 2022.

“Data ini masih sementara. 63 rumah rusak, termasuk yang hilang dan tersapu banjir,” ucap sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi, Moutong Moh Rivai, ditemui Kamis di Torue.

Dengan demikian, 21 unit rumah rusak ringan, tersebar di 13 unit di Dusun II dan 8 unit di Dusun III.

Baca: Sangat Mudah! Inilah Resep Kue Lidah Kucing Anti Gagal

Rivai mengatakan , selain rumah rusak, 10 rumah lainnya di Dusun II hilang diterjang banjir, termasuk 47 kapal nelayan setempat.

Hingga hari kedelapan sejak tanggap darurat, jumlah warga terdampak sebanyak 1.459 jiwa dari 507 kepala keluarga (KK), terdiri dari 27 ibu hamil, 42 bayi, 164 balita, 177 lanjut usia (lansia) dan 5 orang dengan disabilitas.

“Pemerintah sudah menyiapkan tiga posko pengungsian, yakni balai kota, masjid, dan rumah kepala desa Torue,” kata Rivai.

Ia menjelaskan, banjir bandang pada 28 Juli 2022 memaksa sekitar 336 KK di Desa Torue mengungsi, dimana 120 KK mengungsi di Masjid Al-Ikhlas Dusun III, 50 KK dievakuasi di balai desa dan 166 KK mengungsi di kediaman kepala Desa Torue.

Selain itu, beberapa fasilitas umum yang terkena dampak antara lain Kantor Kecamatan Torue, Kantor Desa Torue, Kantor Urusan Agama (KUA), Balai Latihan Kerja (BLK), UPTD Pendidikan, sekolah, lapangan sepak bola dan Puskesmas termasuk tempat ibadah.

“Saat ini sambungan pipa Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) masih rusak akibat banjir, sehingga menyulitkan warga sekitar untuk mendapatkan air bersih.” Tim dari Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Pertanahan (PUPRP) ini perbaikan jalur utama di bagian hulu sungai,” kata Rivai.

Ia menambahkan, saat ini pemerintah daerah (Pemda) sedang melakukan upaya bersama relawan untuk membersihkan material lumpur dan batang kayu yang terbawa banjir di rumah warga.

Rivai mengatakan, kami berusaha untuk membersihkan material lumpur dari rumah-rumah warga yang terkena dampak sesegera mungkin agar mereka dapat segera kembali ke rumah mereka. Kemudian pemerintah memberikan hunian sementara (huntara) kepada warga yang kehilangan rumahnya. (*/Ikh)

Baca: PGRI Torue Salurkan Bantuan Guru dan Siswa Terdampak Banjir

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.