Banner Disperindag 2021 (1365x260)

60 Mahasiswa di Sulawesi Tengah Dilantik Jadi Relawan Vaksin

60 Mahasiswa Dilantik Jadi Relawan Vaksin
Foto: 60 Mahasiswa Dilantik Jadi Relawan Vaksin di Sulawesi Tengah.

Gemasulawesi– Sebanyak 60 mahasiswa dilantik menjadi relawan vaksin presisi Kapolda Sulteng Irjen Pol Drs. Rudy Sufahria, untuk membantu percepatan pemberian vaksinasi kepada masyarakat di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah.

“Saya sangat berharap perhatian, keikhlasan dan kesungguhan relawan vaksin presisi Polda Sulawesi Tengah, dalam melakukan kegiatan ini,” ungkap Irjen Pol Drs. Rudy Sufahria saat menyampaikan sambutannya, Senin 13 September 2021.

Menurut dia, saat ini pemerintah sedang gencar melakukan vaksinasi  dengan tujuan untuk mengurangi transmisi atau penularan, menurunkan angka kematian akibat virus corona, mencapai kekebalan kelompok di masyarakat dan melindungi masyarakat dari Covid19, agar tetap produktif secara sosial dan ekonomi.

Baca juga: Kadinkes Sulteng: Capaian Vaksinasi Parimo Rendah karena Faktor Geografis

Selain itu, kehadiran relawan vaksin presisi juga bertujuan untuk menambah tenaga vaksinator diharapkan dapat membantu percepatan pemberian vaksinasi kepada masyarakat di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah.

“Insya allah dapat memberikan manfaat yang besar kepada masyarakat dalam upaya kita membantu pemerintah untuk bersama menangani penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol Didik Supranoto mengatakan, sebanyak 60 relawan itu berasal dari Universitas Tadulako, Unisa Palu, Stikes Bala Keselamatan Palu, Stikes Indonesia Jaya Palu, Stikes Widya Nusantara Palu, dan Poltekes Kemenkes Palu.

“Kami berharap masyarakat dapat mendukung program vaksinasi dan kami mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan Covid19, pakai memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, membatasi mobilitas menjauhi kerumunan,” sebutnya.

Pelantikan itu ditandai dengan pemasangan rompi relawan dari Kapolda Sulawesi Tengah kepada perwakilan relawan presisi.

Sementara itu, Kemenkes mengingatkan tren penurunan angka covid19 ini tak lantas menurunkan kewaspadaan pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi virus ini.

Sebab, di beberapa negara ASEAN seperti Malaysia, Filipina dan Vietnam masih mencatatkan kenaikan kasus tinggi.

Bahkan, kenaikan kasus juga dialami negara-negara cakupan vaksinasinya tinggi seperti di Amerika Serikat, Inggris dan Israel.

Hal ini disebabkan mulai menurunnya ketaatan dalam menjalankan protokol kesehatan, karena merasa sudah dilakukan vaksinasi.

Kemenkes kembali menekankan vaksinasi bukan merupakan game changer tetapi merupakan salah satu komponen yang penting untuk dilakukan. (***)

Baca juga: Minim Kuota Vaksin Hambat Capaian Vaksinasi di Parigi Moutong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post