Banner Disperindag 2021 (1365x260)

4200 Warga Terdampak PPKM di Kota Palu Dapat Bantuan Beras

4200 Warga Terdampak PPKM di Kota Palu Dapat Bantuan Beras
Foto: Illustrasi bantuan beras.

Gemasulawesi– Sebanyak 4200 warga terdampak PPKM di Kota Palu pada masa pandemi covid19, mendapatkan bantuan beras dari pemerintah.

“Atas kebijakan Pemkot Palu, kami terus bergerak menyalurkan bantuan kepada warga terdampak, khususnya kepada kelompok-kelompok rentan,” ungkap Kepala Dinas Sosial Kota Palu, Romy Sandi, di Kota Palu, Rabu 18 Agustus 2021.

Pada proses penyaluran bantuan 4200 warga terdampak PPKM di Kota Palu. Dinas Sosial telah memiliki data sasaran penerima.

Baca juga: Pemprov Salur 11 Ton Beras Cadangan Pangan untuk Parigi Moutong

Diantara penerima 4200 warga terdampak PPKM di Kota Palu yaitu pelaku UMKM berdagang di Kawasan Wisata Hutan Kota, Kawasan Teluk Palu, Ruang Terbuka Hijau (RTH) Lapangan Vatulemo Jalan Balai Kota.

Kemudian, petugas kebersihan kota, pekerja dalam program padat karya, sopir taksi bandara dan pemulung dengan jumlah Kuota beras sekitar 100 ton.

Selain penyaluran bantuan pangan cadangan beras pemerintah, Dinas Sosial setempat juga telah menyalurkan logistik paket sembako kepada 4200 warga terdampak PPKM di Kota Palu.

Hingga kini instansi terkait telah menyalurkan bantuan pangan kepada 422 kepala keluarga berupa beras, minyak goreng dan ikan yang dikemas dalam kaleng.

“Sepanjang warga membutuhkan logistik maka pemerintah tetap menyalurkan, dan tidak menutup kemungkinan jumlah ini terus bertambah. Kami sebagai instansi yang membidangi hal itu siap menyalurkan kebutuhan pangan masyarakat,” kata Romy menuturkan.

Bantuan pangan diambil dari cadangan beras pemerintah

Terkait bantuan pangan itu, diambil dari cadangan beras pemerintah bekerja sama dengan Perum Bulog Sulawesi Tengah sebagai badan usaha penyedia logistik milik pemerintah.

“Bahan pangan disalurkan diambil dari gudang logistik Bulog Sulteng, dan kami mengupayakan penyaluran bantuan ini secepatnya bisa terselesaikan,” ujar Romy.

Dia menyebut, kesiapan logistik pemerintah tidak hanya menjangkau kebutuhan pangan kelompok-kelompok rentan, tetapi juga melayani kebutuhan pangan bagi warga terdampak kebijakan karantina wilayah, seperti saat ini sedang berlangsung di kompleks Perumahan Dosen Universitas Tadulako (UNTAD) Palu selama sepekan ke depan.

Dinas Sosial Palu bersama Dinas Sosial Sulteng ikut terlibat mendirikan dapur umum menyediakan kebutuhan logistik makan pagi, siang dan malam warga selama sepekan ke depan.

“Di Perumahan Dosen kurang lebih ada 300 rumah tangga. Jumlah ini harus kami penuhi kebutuhan makan mereka setiap hari,” tutupnya. (***)

Baca juga: Ada Cadangan Gas Hidrokarbon di Sulawesi Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post