32 Pasien Wisma Atlet Jakarta Kasus Infeksi Varian Omicron

waktu baca 2 menit
Tenaga Kesehatan RSDC Wisma Atlet (Ilustrasi Gambar)

Berita Kesehatan, gemasulawesi – 32 pasien covid-19 di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet merupakan kasus positif terinfeksi varian Omicron, 19 diantaranya merupakan subvariant BA4 dan BA5.

Hal itu diungkapkan Kolonel dr Mintoro Sumego Kepala Humas RSDC Wisma Atlet di Jakarta, Selasa 12 Juli 2022.

“BA4 ada lima orang, dan BA5 ada 19 orang, yang lainnya Omicron, ada 8 orang,” ucap Kepala Humas RSDC Wisma Atlet Kolonel dr Mintoro Sumego di Jakarta, Selasa 12 Juli 2022.

Mintoro mengatakan 32 orang pasien tersebut telah dinyatakan sembuh oleh tim medis RSDC Wisma Atlet dan sudah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.

Baca: Tim Satgas Adipura Dikerahkan Pantau Kebersihan Kota di Palu

Mintoro mengatakan, hingga saat ini pasien yang dirawat di Wisma Atlet sudah tidak tersedia lagi untuk varian Omicron itu sendiri, karena sudah dinyatakan sembuh.

Dijelaskannya, dari 32 orang tersebut, 17 orang laki-laki dan 15 orang perempuan. Jadi dari 32 orang tersebut, 12 orang pelaku perjalanan luar negeri dan 20 orang pelaku perjalanan dalam negeri.

Selain itu, Mintoro menjelaskan, data 32 pasien Omicron dan subvariannya telah dikumpulkan sejak pemerintah mengumumkan subvarian BA4 dan BA5 masuk ke Indonesia. Temuan pada 19 pasien subvarians omicron juga didukung dengan pemeriksaan sampel dari Litbangkes Kemenkes.

Subvarian BA4 dan BA5 baru pertama kali dilaporkan di Indonesia pada 06 Juni 2022. Empat kasus pertama terdiri dari 1 individu positif BA4, seorang WNI dengan kondisi klinis tanpa gejala yang telah divaksinasi dua kali, sisanya 3 kasus positif BA5.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa transmisi BA4 dan BA5 berpotensi menyebar lebih cepat daripada subvarian Omicron BA1 dan BA2. Dilihat dari tingkat keparahan BA4 dan BA5, tidak ada bukti bahwa mereka menyebabkan lebih banyak rasa sakit daripada varian Omicron lainnya.

Ada tiga negara yaitu Afrika Selatan, Portugal dan Chile, dimana peningkatan kasus COVID-19 disertai dengan peningkatan kasus BA4 dan BA5. Sementara di Indonesia, dengan kasus BA4 dan BA5 yang dimulai pada awal Juni 2022, puncak penyebaran kasus diperkirakan pada awal Juli 2022. (*/Ikh)

Baca: Hilang Saat Memancing, Nelayan di Muna Ditemukan Meninggal Dunia

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.