213 Penggiat Alam Parigi Moutong Tanam Bibit Pohon di Pesisir Pantai

158
213 Penggiat Alam Parigi Moutong Tanam Bibit Pohon di Pesisir Pantai
Aksi Tanam Pohon- Penggiat alam Parigi Moutong Lakukan Aksi Tanam ratusan bibit pohon di pesisir pantai Desa Bambalemo Parigi Moutong, Minggu 9 Februari 2020.

Parigi moutong, gemasulawesi.com 213 penggiat alam bebas dari berbagai Kelompok Pecinta Alam atau KPA di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) melakukan aksi tanam bibit berbagai jenis pohon di pesisir pantai Desa Bambalemo Kecamatan Parigi.

Aksi tanam 410 bibit pohon dikemas dalam bentuk camping silaturahmi. Kegiatan diisi dengan penyuluhan mitigasi bencana dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong serta aksi pungut sampah.

“Bibit pohon yang ditanam itu terdiri dari ketapang, trambesi dan salak. Kami mendapat dukungan dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang turut terlibat dalam aksi menanam,” ungkap Moh Fahri selaku Ketua panitia pelaksana camping silatuhrahmi, Minggu 09 Februari 2020.

Tak hanya penggiat alam bebas di Parigi Moutong saja, kegiatan yang dilaksanakan Karang Taruna Desa Bambalemo itu turut dihadiri pula KPA dari Kota Palu.

Ia mengatakan, kegiatan itu merupakan aksi nyata dalam menjaga kelangsungan ekosistim laut dimulai dari pesisir. Rencananya, akan dilaksanakan secara berkelanjutan dan mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa (Pemdes) Bambalemo.

Bahkan, Karang Taruna Desa Bambalemo telah membuat komitmen dengan organisasi penggiat alam bebas di Parigi Moutong, agar kedepannya akan melaksanakan kegiatan yang sama.

“Hanya saja, bibit yang akan ditanami fokus pada tumbuhan pesisir atau lebih dikenal dengan sebutan mangrove.” jelasnya.

Menurutnya, mangrove atau lebih dikenal dengan sebutan lolaro sangat banyak memberikan manfaat bagi ekosistim laut.

Pasalnya, selain menjadi tempat bertelur ikan, mangrove yang disebut dalam bahasa latin Rhizophora Mucronata dan Rhizophora Apiculata menjadi benteng pertahanan pertama dari abrasi hingga tsunami.

“Suscrabe tanah di pesisir pantai Desa Bambalemo sangat cocok untuk ditanami ke dua jenis mangrove itu. Tetapi, tanah di pesisir pantai Desa Bambalemo, ada yang berlumpur dan berpasir. Namun, cocok untuk ditanami ke dua jenis mangrove itu,” jelasnya.

Ia menjelaskan, pesisir teluk tomini banyak memiliki sumber daya alam, khususnya mangrove. Ditambah lagi, pesisir teluk tomini banyak memiliki beragam jenis mangrove yang tidak dimiliki daerah lainnya di indonesia.

Seharusnya, Pemda harus lebih intens dalam mengkampanyekan pentingnya menanam mangrove. Apalagi, Kabupaten Parigi Moutong merupakan salah satu daerah yang rawan akan bencana tsunami.

Menurutnya, selain dapat menunjang ekosistim laut, mangrove juga bermanfaat bagi manusia, khususnya masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan.

“Contohnya, pembuatan sero atau karamba ikan yang menggunakan bahan dari batang pohon mangrove,” tuturnya.

Namun, masih sangat banyak masyarakat pesisir yang belum paham manfaat dari tumbuhan mangrove.

Tidak heran, masih banyak masyarakat nelayan yang menebang pohon mangrove untuk dimanfaatkan, tetapi tidak mau menanam kembali.

“Cara tanam bibit mangrove itu mudah. Selain ditanam dengan cara dikoker dulu atau buahnya ditancap langsung. Apalagi, buah mangrove ketika musim berbuah mudah ditemukan. Bahkan, banyak juga buahnya yang hanyut begitu saja dilaut,” tutupnya.

Baca juga: Pembinaan KAT Parigi Moutong Jadi Percontohan Daerah di Indonesia

Laporan: Rhoy L

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.