2020, Produksi Padi Parigi Moutong Capai 313 Ribu Ton

waktu baca 2 menit
Foto: Salah satu lokasi persawahan di Parigi Moutong.

Berita sulawesi tengah, gemasulawesi– Pemda mengatakan realisasi produksi padi Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, mencapai 313.315 ton selama tahun 2020.

“Produksi ini sangat baik dan setiap tahun hasil panen petani melimpah bahkan produk melebihi target,” ungkap Kepala Bidang Tanaman Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Parigi Moutong, Dadang Priatna Jaya, di ruang kerjanya, Rabu 16 Juni 2021.

Ia menjelaskan, kegiatan pertanian subsektor tanaman pangan selalu mengalami peningkatan cukup signifikan. Sebab didukung ketersediaan lahan memadai, sehingga tidak jarang realisasi produksi padi Parigi Moutong selalu berada di angka positif.

Berdasarkan data Luas Tambah Tanam (LTT) tahun lalu, luas tanam produksi padi Parigi Moutong kurang lebih 60.292 hektare dan target luas panen 53.177 hektare dengan produktivitas 58,9 kwintal/hektare Gabah Kering Panen (GKP).

Baca juga: Alokasi 5850 Hektare Sawah Topang Upsus Pajala di Parimo

“Realisasi produksi melimpah hasil kerja keras petani dalam rangka meningkatkan kuantitas dan kualitas produk setiap tahun. Dengan kondisi ini, ketersediaan pangan  lebih dari cukup, baru satu komoditas,” sebutnya.

Ia mengatakan, dari 23 kecamatan terdapat kurang lebih 11 kecamatan memiliki areal persawahan cukup luas menopang produksi padi Parigi Moutong. Yaitu Kecamatan Sausu kurang lebih 549 hektare lebih, kemudian Kecamatan Torue seluas 1.196 hektare, Parigi 200 hektare, Parigi Selatan 2.936 hektare.

Baca juga: Pasien Keluhkan Layanan Rumah Sakit di Parimo

Selanjutnya, Kecamatan Kasimbar 214 hektare, Toribulu 290 hektare, Tinombo Selatan 1.031 hektare, Mepanga 479 hektare, Moutong 334 hektare, Bolano Lambunu 146 hektare dan Kecamatan Ongka Malino 778 hektare.

“Pemerintah sangat mendukung langkah dilakukan petani. Meskipun di tengah masa pandemi covid 19, kegiatan pertanian tetap berjalan seperti di masa normal. Artinya pandemi ini tidak mengganggu siklus tanam,” tuturnya.

Ia mengatakan, dari hasil panen melimpah terjadi surplus atau kelebihan produksi padi Parigi Moutong sebanyak 132.290 ton GKP, meningkat dari surplus tahun 2019 hanya sekitar 125.000 ton.

“Artinya terjadi ketambahan 7.290 ton GKP. Jumlah ini sangat memberikan dampak positif terhadap sektor pertanian. Hingga kini Kabupaten ini masih menjadi daerah penopang ketahanan Pangan Sulteng,” tutupnya.

Baca juga: Parimo Siapkan 100 Ha Lahan Padi Ladang Upsus Pajala

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.