2020, Fokus Penggunaan Dana Desa Untuk Desa Wisata

545
Tahun 2020, Fokus Penggunaan Dana Desa Untuk Desa Wisata
Pantai Kucing, salah satu Desa Wisata di Parigi Moutong (Foto: Ist)

Parimo, gemasulawesi.com Kementrian desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) akan merubah arah pembangunan. Penggunaan Dana Desa lebih dominan untuk pengembangan desa wisata.

Mendes PDTT, Eko Putro Sandjojo mengatakan pemerintah mengubah arah penggunaan Dana Desa lantaran pembangunan infrastruktur di sejumlah desa sudah cukup memadai dalam lima tahun terakhir.

“Hasil pembangunan itu sudah bisa menjadi modal pengembangan lokasi wisata yang ada di desa,” ungkapnya dikutip dari CNN Indonesia.

Ia melanjutkan, perubahan paradigma pembangunan dilakukan untuk melanjutkan pembangunan agar lebih berdampak ke masyarakat.

Baca juga: Gempa Magnitudo 3,4 Guncang Mepanga Parigi Moutong

Dari pengembangan infrastruktur dasar dan lokasi wisata di desa, diharapkan bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi warga setempat. Sehingga, ke depan tingkat pendapatan dan sumbangan konsumsi masyarakat desa ke pertumbuhan ekonomi daerah hingga nasional lebih terasa.

Selain mengubah arah penggunaan, pemerintah juga akan memberikan tambahan Dana Desa untuk pengembangan lokasi desa wisata.

“BUMDes dan desa wisata kami push, khususnya BUMDes di pariwisata. Akan banyak penciptaan lapangan kerja,” jelasnya.

Selain untuk peningkatan pendapatan masyarakat desa lanjut dia, perubahan arah kebijakan penggunaan dana desa juga untuk mengatasi pergeseran tenaga kerja di desa. Sebab, menurutnya, masyarakat di desa mulai enggan menjadi petani.

Baca juga: Sertifikat Pendidik Menjadi Syarat Pendaftaran CPNS 2019 Formasi Guru

Ia mengatakan, pihaknya juga mengantisipasi pengurangan tenaga kerja di pertanian karena faktor modernisasi.

Kemudian, Dana Desa juga akan dilakukan untuk mendukung fokus pembangunan pada perbaikan kualitas sumber daya manusia (SDM). Caranya, dengan menambah aliran Dana Desa ke sektor pendidikan, khususnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

“Bahkan mungkin lebih banyak PAUD yang dibangun dari anggaran Kemendes dibandingkan Kemendikbud, karena itu swadaya masyarakat dan dibantu Dana Desa,” jelasnya.

Ia memastikan, aliran Dana Desa yang meningkat menjadi Rp72 triliun pada tahun 2020 akan digunakan pula untuk perbaikan sektor kesehatan. Misalnya, dengan pembangunan sarana mandi, cuci, kakus (MCK) mencapai 300 ribu.

Kemudian, pemerintah juga akan membangun sarana air bersih mencapai 1 juta unit. Lalu, membangun posyandu puluhan ribu unit.

“Ini untuk menurunkan stunting dari 37,2 persen menjadi 30,8 persen,” tutupnya.

Baca juga: CPNS 2019, Terbuka 60 Ribu Formasi Guru Naungan Pemda

Sumber: CNN Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.