2020, Disdikbud Janji Gali Budaya Kearifan Lokal Parimo


2020, Disdikbud Janji Gali Budaya Kearifan Lokal Parimo
Illustrasi Budaya Parigi Moutong (Foto: Ist)

Parimo, gemasulawesi.com Pada tahun 2020 mendatang, Disdikbud janji akan menggali lebih jauh budaya dan kearifan lokal Parigi Moutong (Parimo) Sulawesi Tengah (Sulteng), yang masih belum terdata baik.

Menurut Kepala bidang (Kabid) Kebudayaan Disdikbud Parimo, Sri Nur Rahma, sampai saat ini pihaknya masih kekurangan data detail dan menyeluruh terkait keberagaman suku di Parimo.

“Melalui event Parigi Moutong dalam nada budaya, kami baru menyadari masih banyak kekurangan informasi budaya dan kearifan lokal Parigi Moutong,” ungkapnya via telepon, Senin, 21 Oktober 2019.

Pasalnya, bermula dari penyampaian protes dari warga suku Bolano yang merasa didiskriminasi. Mereka beralasan warga suku Bolano tidak masuk sebagai peserta lomba dari event yang sedang berjalan seperti suku-suku lainnya.

Baca juga: Alokasikan Ratusan Juta Rupiah, Pemdes di Mamasa Sulawesi Barat Sulap Air Terjun Jadi Objek Wisata

Ia menerangkan, karena kurangnya database sehingga suku Bolano luput dari perhatian panitia untuk dimasukkan sebagai peserta lomba. Untuk gelaran event Parigi Moutong dalam nada budaya kata dia, hanya memasukkan enam suku yang sudah terdata secara baik di Disdikbud.

Namun, pihaknya tetap menyampaikan permohonan maaf dan berterimakasih kepada warga suku Bolano yang sudah menginformasikan keberadaannya. Panitia lanjut dia, tetap memberikan fasilitas wild card untuk suku Bolano agar dapat berpartisipasi dalam event Parimo dalam nada budaya.

“Kami sangat mengapresiasi antusias dan keinginan warga suku Bolano untuk ikut serta diajang ini. Kami berharap para seniman yang berasal dari Bolano, dapat memberikan karya lagu daerahnya, untuk diikutkan dalam proses pembuatan album Parimo Dalam Nada Budaya yang release setelah lomba selesai,” terangnya.

Kemudian, untuk mencegah persoalan serupa terjadi pada masa mendatang, semua pihak akan diajak duduk bersama menggali potensi budaya kearifan lokal Parigi Moutong.

Baca juga: Asrama Mahasiswa Papua di Sulawesi Utara Terbakar, Ini Penyebabnya

Dengan rembuk bersama lanjut dia, dapat mempererat tali persaudaraan antar suku di Parimo. Dan bisa memberikan nilai pembelajaran bagi generasi muda sebagai agen pelestari budaya.

Apabila seluruh suku serta kearifan lokal terdata dengan baik kata dia, tentunya hal seperti itu tidak akan terulang kembali.

“Harapannya, event-event yang direncanakan kedepannya adalah untuk milik seluruh warga parimo yang ingin melestarikan dan memajukan kebudayaan bersama,” tutupnya.

Baca juga: Suku Bolano Merasa Didiskriminasi Pada Event Parigi Moutong Dalam Nada Budaya

Laporan: Muhammad Rafii


Like it? Share with your friends!

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
Gema

2 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Share via
Share this