2Banner GIF 2021

20 Wabin Lapas Parigi Ditemukan Positif Narkoba

20 Wabin Lapas Parigi Ditemukan Positif Narkoba
pelaksana harian Kepala Lapas Kelas III Parigi Idris P Paserang/opi

Nasional, gemasulawesi – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas III Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah menemukan 20 Warga Binaan (Wabin) positif menggunakan narkoba saat inspeksi mendadak (Sidak), belum lama ini.

“Dari 90 orang yang menjalani tes urine, 20 orang dinyatakan positif narkoba jenis sabu,” kata pelaksana harian Kepala Lapas Kelas III Parigi Idris P Paserang yang ditemui di Parigi, Rabu 17 November 2021.

Baca juga: Polres dan Pemkot Palu Sidak Sejumlah Pasar

Dia menjelaskan, Sidak Wabin terlibat narkoba itu hasil dari giat sidak yang dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari program Kantor wilayah Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Tengah khusus rumah tahanan maupun Lapas.

Pihaknya menduga, hal ini terjadi pasca kerusuhan di Lapas Parigi pada Oktober lalu, karena di tenggang waktu itu terjadi kelonggaran kunjungan.

Baca juga: Terima Aduan Warga, Disperindag Parimo Sidak SPBU Toboli

Dari 90 Wabin yang di tes urin, rata-rata merupakan tahanan narkoba, dan sejumlah lainnya tahanan pidana umum, sebagai bentuk deteksi dini.

“Dua kecurigaan kami, kelonggaran pasca kerusuhan, dan peredaran barang milik dua tahanan narkoba yang telah di pindahkan ke Lapas Nusa Kambangan,” ujar Idris.

Baca juga: Ratusan Warga Binaan Lapas Parigi Jalani Vaksinasi Covid19

Saat ini, pihaknya telah memisahkan puluhan tahanan itu ke dua blok khusus sebagai bagian dari karantina, dan masing-masing 10 orang menempati satu kamar.

Rencananya, Wabin Lapas Parigi yang positif narkoba akn di pindahkan ke sejumlah Lapas yang ada di Sulawesi Tengah, guna menghindari interaksi mereka.

“Kami sudah mengingatkan pembesuk agar tidak membawa barang titipan dari orang yang tidak dikenal atau barang yang dilarang berupa telepon genggaman dan sebagainya . Bila keluarga maupun kerabat tetap nekat, tentunya kami mengambil langkah tegas bekerja sama dengan Kepolisian,” kata Idris menegaskan.

Dia menyebut, kondisi kapasitas Lapas Parigi saat ini sudah mencapai over kapasitas dengan jumlah penghuni sekitar 200 lebih tahanan, sedangkan alat tes urin dikirim dari Kemenkumham hanya berjumlah 160 alat tes.

Sehingga, pihaknya hanya melakukan uji sampel terhadap puluhan Wabin, yang dicurigai menggunakan narkoba.

“Kami terus melakukan upaya pembenahan, hal ini guna memutus rantai jaringan peredaran narkoba. Kami tidak ingin Lapas menjadi menjadi peredaran masif barang terlarang, sehingga deteksi dini harus rutin dilaksanakan,” pungkasnya. (***)

Baca juga: Wali Kota Palu Sidak Posko Pencegahan Virus Corona Tawaeli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post