2Banner GIF 2021

20 Desa di Parigi Moutong Jadi Sasaran Program READ-SI

20 Desa di Parigi Moutong Jadi Sasaran Program READ-SI
Foto: Sekretaris Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Parigi Moutong, Nurhidayah Rahma. 20 Desa di Parigi Moutong Jadi Sasaran Program READ-SI.

Gemasulawesi– Sebanyak 20 desa tersebar di 13 kecamatan di Parigi Moutong masuk sasaran program Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling-Up Initiative atau READ-SI atau Program Pemberdayaan Masyarakat Perdesaan dan Pembangunan Pertanian.

“Sebanyak 20 desa menjadi sasaran Program READ-SI itu terbagi dua kategori yakni desa lama dan desa baru,” ungkap Sekretaris Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Parigi Moutong, Nurhidayah Rahma, di ruang kerjanya, Kamis 4 November 2021.

Desa lama sebanyak sepuluh desa terdiri Desa Pakareme dan Gandasari Kecamatan Sausu, Desa Bondoyong Kecamatan Sidoan, Desa Bainaa Barat Kecamatan Tinombo dan Desa Eeya Kecamatan Palasa.

Baca juga: Bahlil Lahadalia: Uni Emirat Arab Komitmen Investasi Rp469 Trilun ke Indonesia

Selanjutnya, Desa Tomini Utara Kecamatan Tomini, Desa Meranti Kecamatan Mepanga, Desa Santigi Kecamatan Ongka Malino, Desa Lembah Bomban Kecamatan Bolano dan Desa Lobu Kecamatan Moutong.

Sedangkan sepuluh desa baru adalah Desa Gangga Kecamatan Parigi Selatan, Desa Sigenti Kecamatan Tinombo Selatan, Desa Sidoan Barat dan Bainaa Selatan Kecamatan Sidoan. Selanjutnya Desa Lombok Barat, Ogoalas dan Desa Patingke Kecamatan Tinombo, Desa Palasa Tangki Kecamatan Palasa, Desa Biga Kecamatan Tomini dan Desa Tuladengi Sibatang Kecamatan Taopa.

“Perbedaan desa lama dan desa baru katanya, desa lama merupakan desa sudah pernah menjadi sasaran Program READ-SI pada tahun-tahun sebelumnya. Sedangkan desa baru adalah desa yang baru pertama kali menjadi sasaran program,” sebutnya.

Nurhidayah menuturkan, program READ-SI di Parigi Moutong berlangsung selama lima tahun yang dimulai sejak tahun 2018 lalu dan akan berakahir pada tahun 2022 mendatang.

Tujuan program ini katanya adalah untuk membantu pengentasan kemiskinan di daerah sasaran melalui beberapa kegiatan diantaranya memberikan bantuan dana pengembangan kelompok diantaranya kelompok petani kakao, padi sawah, jagung, kelompok kebun dan sayur dan kelompok pemanfaatan pekarangan. 

“Makanya desa yang menjadi sasaran program READ-SI rata-rata adalah desa di daerah terpencil yang penduduknya masuk kategori miskin. Melalui program READ-SI diharapkan dapat membantu pengentasan kemiskinan di desa sasaran itu,” tuturnya.

Ia menambahkan, program READ-SI merupakan program yang diselenggarakan Pemerintah Indonesia bekerjasama dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD).

Baca juga: Dugaan Korupsi Dana Insentif Daerah, KPK Periksa Dosen Udayana

Laporan: Afriani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post