13 Desa Prioritas Terima Program Pamsimas Parimo 2020

  • Whatsapp
Program Pamsimas Parigi Moutong 2020, Ini Desa Penerima Prioritas
Pelatihan peningkatan aparatur desa dan kecamatan (Foto: Rafii)

Parimo, gemasulawesi.com Pemerintah daerah (Pemda) akan kembali menjalankan program Pamsimas Parigi moutong (Parimo). Sebanyak 13 desa akan menjadi lokus program untuk tahun 2020.

Menurut Kepala Bappelitbagda Parimo, Zulfinasran warga berhak mendapatkan layanan air bersih. Jaminan layanan air bersih dapat membantu upaya Pemerintah daerah (Pemda) menurunkan angka stunting. Sehingga, program Pamsimas Parigi Moutong adalah salah satu solusinya.

Bacaan Lainnya

“Pembangunan desa terkait penyediaan air bersih dan sanitasi memiliki keterkaitan dengan upaya program penanganan stunting Pemda Parimo,” ungkapnya usai pembukaan kegiatan Pelatihan peningkatan kapasitas bagi aparatur pemerintah Kecamatan dan desa di aula DPMPD Parimo, Selasa, 22 Oktober 2019.

Nantinya kata dia, program Pamsimas akan difokuskan ke wilayah pedesaan dalam daftar skala prioritas. Dari 278 desa di Parimo lanjut dia, hanya 47 desa menjadi lokus penanganan stunting.

Baca juga: KLHS Revisi RTRW Parigi Moutong Sasar Pembangunan Berintegrasi

Kemudian, Pemda Parimo berinisiatif menyelaraskan perencanaan pembangunan daerah dalam RKPD tahun 2020 dengan perencanaan pembangunan desa atau RKPDes.

Tujuannya penyelarasan adalah agar target penanganan stunting dan kesuksesan program Pamsimas dapat dilakukan secara bersama, sehingga didapatkan hasil maksimal.

“Terdapat 13 dari 47 desa yang masuk program stunting, belum memiliki akses air bersih,” jelasnya.

Ia mengatakan, Pemda juga telah mengusulkan kepada pemerintah pusat terkait akses ke desa terpencil yang masuk dalam lokus stunting. Misalnya, Desa Ogoalas dan Lombok Barat.

Baca juga: Juknis Penggunaan BOS Afirmasi dan Kinerja Akan Direvisi

Sementara itu, Kepala DPMPD Parimo, Fit Dewana mengatakan program untuk peningkatan akses air bersih dan sanitasi dapat meningkatkan kualitas taraf kehidupan warga desa.

“Kami akan mendukung upaya peningkatan kualitas kehidupan warga desa. Melalui program Pamsimas target penurunan stunting bisa didapatkan,” ungkapnya pada kesempatan yang sama.

Seluruh desa prioritas diharap dapat memanfaatkan program dengan baik. Tujuannya, tercapai peningkatan kualitas kesehatan. Sehingga, angka stunting bagi anak-anak di desa dapat ditekan.

Pemerintah wajib mewujudkan akses warga terhadap program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat yang merupakan kebutuhan dasar manusia.

Sesuai dengan amanat dalam Undang-Undang 17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJPN) 2020. RPJPN menyebutkan pada layanan dasar air minum dan sanitasi dapat dinikmati seluruh masyarakat Indonesia terkhusus warga Parimo.

Baca juga: Akui Terima Uang, Hakim Perintahkan Nico Rantung Cs Kembalikan

Laporan: Muhammad Rafii

banner 728x90

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

2 Komentar