fbpx

Tambah Satu Asal Buol, Positif Corona Sulawesi Tengah Jadi 113 Orang

waktu baca 3 menit
Ilustrasi sebaran corona

Berita sulawesi tengah, gemasulawesiUpdate terkini pandemi virus corona dari Dinkes Sulawesi Tengah (Sulteng) terkonfirmasi positif bertambah satu kasus.

Tambahan satu positif virus corona di Sulawesi Tengah berasal dari Kabupaten Buol Sulteng.

Dengan pertambahan satu kasus, jumlah terkonfirmasi positif virus corona Kabupaten Buol jadi 50 orang.

Sehingga total keseluruhan terkonfirmasi virus corona se Sulawesi Tengah tembus 113 orang.

Hingga saat ini, 113 kasus terkonfirmasi positif virus corona tersebar di sembilan kabupaten Sulawesi Tengah. Diantaranya, 18 kasus dari Kota Palu, tiga dari Kabupaten Sigi, delapan dari Poso, 11 dari Tolitoli, satu dari Banggai Kepulauan, enam dari Morowali dan 13 dari Morowali Utara.

Sementara, kasus terkonfirmasi positif terbanyak dari Kabupaten Buol dengan 50 kasus. Dan tiga kasus dari Banggai. Kabupaten Donggala, Parigi Moutong dan Tojo Una-Una masih nihil kasus positif virus corona.

Sementara itu, data situs resmi pemerintah covid19.go.id pada 15 Mei 2020, menunjukkan terdapat penambahan 490 orang terkonfirmasi positif corona. Sehingga totalnya mencapai 16496 kasus.

Sedangkan, catatan data memperlihatkan meninggal akibat wabah corona adalah 1076 orang, 11617 orang dalam perawatan dan 3803 orang dinyatakan sembuh.

Menurut grafik, 75 persen dari terkonfirmasi positif virus corona adalah dari kaum laki-laki, sedangkan 25 persen sisanya dari perempuan.

Sedangkan, grafik dari kelompok umur menunjukkan rentang umur 25-49 terbanyak terpapar virus corona dengan data 56 persen. Umur >55 sebanyak 17 persen, umur 50-54 sebanyak 9 persen.

Kemudian, gejala demam mendominasi data medis positif virus corona sebanyak 72 persen, gejala batuk 70 persen, riwayat demam 45,5 persen dan gejala sakit tenggorokan dan pilek sebanyak 15 hingga 18 persen.

Dari beberapa rekam medis, terlihat 90 persen kondisi penyerta pasien positif virus corona adalah dengan riwayat gangguan pernafasan lainnya.

Kemudian, riwayat diabetes melitus sebanyak 19 persen, hipertensi 19 persen dan sakit jantung 4,8 persen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.