fbpx

10 Pasangan Mesum di Kota Makassar Diringkus di Kamar Hotel

waktu baca 2 menit
(Foto Istimewa)

Makassar, gemasulawesi – 10 pasangan mesum berhasil diringkus saat berada di kamar hotel kelas melati alis wisma dari kerja sama antara Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar, dan Satpol PP, Polri, dengan TNI yang menggerebek sejumlah hotel dan wisma tengah malam di Kota Makasssar.

10 pasangan mesum berhasil diringkus tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinsos Makassar Aulia Arsyad yang mengatakan razia itu dilakukan di sebuah hotel dan wisma di Makassar. Petugas juga berhasil menemukan pria dan Wanita dalam satu kamar.

“Ada 10 pasangan yang kami bawa ke dinas sosial untuk dilakukan penyelidikan lebih lebih lanjut,” ucap Aulia Arsyad kepada wartawan, Minggu, 15 Mei 2022.

Aulia Arsyad juga menjelaskan, razia tersebut dilakukan karena saat ini seks bebas sedang dipasarkan melalui aplikasi media sosial. Dalam aplikasi ini semua orang dapat dengan bebas melakukan transaksi.

Ia menjelaskan, ini diakibatkan karna maraknya transaksi seks bebas via online akhir-akhir ini, dan razia ini dilakukan guna untuk mencegah seks bebas via online.

“Memang benar (untuk mencegah seks bebas via online). Sekarang lebih banyak aplikasi yang kadang digunakan meski tidak tahu,mereka juga bisa bertransaksi melalui itu,” ucapnya.

Aulia Arsyad juga mengatakan pasangan mesum yang digeledah itu diduga melakukan transaksi seks bebas oleh para sejoli itu.

Ia mengatakan, mereka ditangkap saat berada di ruangan yang sama. Pria dan wanita yang ditahan itu bukan suami istri yang sah, akhirnya kami tangkap saat penggerebekan. Mereka selanjutnya kami angkut dengan truk untuk dibawa kekantor.

Baca: PD DMI Parigi Moutong Tetapkan Abdul Rauf Serang Sebagai Ketua DMI

Aulia Arsyad juga menegaskan pasangan yang belum menikah juga dibawa ke Dinas Sosial Makassar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada pihak yang menyediakan jasa kencan untuk para pria hidung belang atau tidak.

“Jika nanti terbukti mereka bekerja sebagai PSK (WTS), kami sarankan untuk membawa mereka ke UPT Mattiro Deceng (rumah rehabilitasi),” Ucap Aulia Arsyad. (*)

Baca: Banjir Rendam Kabupaten Buol 3.570 Warga Terkena Dampak Banjir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.