1.459 Jiwa Terdampak Banjir Torue, 336 Jiwa Mengungsi

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Warga Menyiapkan Bantuan korban terdampak banjir bandang Desa Torue (Foto Istimewa)

Berita Parigi Moutong, gemasulawesi – 1.459 jiwa dari 472 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir bandang Desa Torue dan 336 jiwa mengungsi, hal itu berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Hal itu diungkapkan Kepala BPBD Parigi Moutong Idran ditemui di Torue, Parigi Moutong, Senin.

“Data ini masih bersifat sementara, karena tim masih mengumpulkan data dari lapangan,” ucap Kepala BPBD Parigi Moutong Idran saat ditemui di Torue, Paris Moutong, Senin 1 Agustus 2022.

Ia menjelaskan, data yang dihimpun di papan informasi tersebut merupakan gabungan data yang dikumpulkan oleh BPBD dan berbagai relawan untuk memudahkan penanggulangan saat tanggap darurat.

Baca: Realisasi Penyaluran KUR di Sulawesi Selatan Capai 8,34 Triliun

Data yang disajikan dievaluasi dan diperbahrui secara berkala untuk mendapatkan data yang valid selanjutnya akan digunakan sebagai data induk untuk intervensi penanganan lebih lanjut.

“Pemerintah akan terus berupaya dalam melakukan penanggulangan, karena dalam keadaan darurat, pemenuhan kebutuhan dasar para korban menjadi prioritas,” kata Idran.

Dari bencana banjir bandang tercatat empat dusun yang terkena dampak yaitu dusun satu, 81 jiwa atau 26 KK yang terdiri dari 11 lanjut usia (lansia), 5 balita dan 1 ibu hamil, serta 18 rumah dan 1 di antaranya mengalami kerusakan parah.

Kemudian 400 jiwa atau 120 KK terkena dampak di Dusun 2 yang terdiri dari 40 lansia, 62 balita, 13 ibu hamil, 2 penyandang cacat dan 9 unit rumah hanyut sedangkan rumah yang rusak masih dalam pendataan.

Sedangkan di Dusun 3, 480 jiwa atau 160 KK terkena dampak, termasuk 60 orang lanjut usia, 41 jiwa balita dan 6 wanita hamil. Dusun V terkena dampak 498 jiwa atau 160 KK, terdiri dari 56 lansia, 51 balita dan 6 ibu hamil sehingga total 1.459 jiwa dari 472 KK yang terdampak banjir tersebar di tiga Dusun tersebut.

“Rumah yang rusak berat, sedang, dan ringan masih dikumpulkan. Saat ini, tim SAR gabungan masih mencari empat korban hilang,” ucap Idran.

Ia menjelaskan, dalam upaya penanggulangan bencana, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong didukung oleh 170 relawan kemanusiaan dari berbagai lembaga dan organisasi.

Idran mengatakan, sekitar 336 jiwa Desa Torue masih bertahan di posko pengungsian. Air bersih juga belum maksimal sehingga tetap menjadi kebutuhan yang mendesak, selain itu kebutuhan lain seperti makanan siap saji, sandang, selimut dan perlengkapan bayi masih menjadi kebutuhan mendesak. (*/Ikh)

Baca: Konflik Agraria Masih Marak di Sulawesi Tengah

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.